Pekerja Kontrak Semakin Banyak

PALEMBANG – Hampir sama seperti di beberapa kota lainnya, peringatan 1 Mei di Palembang juga diwarnai dengan aksi para buruh.

Meski hanya menggelar aksi damai di kawasan Monpera, para buruh menuntut agar pemerintah kota/kabupaten di Sumsel segera menetapkan upah minimum kota/kabupaten (UMK).

Pasalnya, dikatakan Ketua Korwil Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (Kasbi) Sumsel, Suyono, di sela-sela aksinya kemarin mengatakan, baru tiga kabupaten dan kota di Sumsel yang sudah memiliki UMK.

Hal ini mengakibatkan nilai upah minimum hampir sebagian besar kota dan kabupaten di Sumsel masih mengacu pada Upah Minimum Provinsi (UMP). Padahal, dengan menetapkan UMK, maka kemungkinan besar nilai upah akan lebih tinggi dari UMP.

“Tuntutan kami (Kasbi) hari ini mengingatkan pemerintah, jika sebagian besar masih mengacu pada UMP. Padahal, hal tersebut merugikan kelas buruh, kelas pekerja. Tiga daerah yang sudah menetapkan UMK yakni Banyuasin, Muba dan Kota Palembang,” ungkapnya.

Penetapan UMK harusnya dilakukan seluruh pemerintah daerah dengan pertimbangan kondisi di daerahnya masing-masing, termasuk keterlibatan kelas pekerja atau buruh. Kebijakan itu jelas, kata ia, tidak adil jika perusahaan di daerah masih mengacu pada nilai UMP kota/kabupaten dengan potensi pendapatan daerah yang lebih tinggi.

Mi salnya, daerah dengan pendapatan dari sektor perkebunan hingga tambang migas. “Penetapan UMK tentu mempertimbangkan kemampuan perusahaan di daerah. Banyak daerah dengan potensi kekayaan alam yang seharusnya bisa memberikan pendapatan lebih tinggi dari UMP,” ucapnya.

Selain itu, di penetapan UMK juga harus mengundang perwakilan buruh, guna menghitung besaran kebutuhan sesuai dengan kehidupan mereka di kota dan kabupaten. Selain memperjuangkan mengenai UMK, ia menyatakan, kelas pekerja di Sumsel juga menolak sistem kerja kontrak yang makin dominan di terapkan di perusahaan di Sumsel.

Bahkan, beberapa BUMN dan BUMD juga masih menerapkan sistem kerja kontrak tersebut (outsourcing). “Kerja kontrak masih diterapkan, ini juga menjadi konsen dari tuntutan kami di hari buruh ini,” ujarnya.

Aksi yang dipusatkan di Monpera itu pun diikuti massa aksi pria, anak-anak dan kaum perempuan. Selain di Monpera, titik aksi juga dilakukan di tiga lokasi berbeda, yakni di Benteng Kuto Besak (BKB), simpang lampu merah Charitas dan simpang lima DPRD Provinsi Sumsel.

Bahkan, menurut Suyono, meski lembaganya belum mengetahui persis jumlah pekerja kontrak yang berada di Sumsel, namun hasil temuannya makin banyak buruh yang dipekerjakan dengan sistem kerja kontrak.

“Lihat saja, dengan makin geliat perdagangan di Palem – bang yang tumbuh, para pramuniaga dan jajaran lainnya semuanya dikontrak. Bahkan bertahun-tahun mereka dikontrak.

Dengan sistem kerja kontrak, tentu pemenuhan kebutuhan kesehatan dan lainnya tidak akan terpenuhi, apalagi berbicara dana hari tua,” katanya. Selain tuntutan itu, Federasi Kasbi juga menyatakan sepuluh tuntutan buruh yang dikemas dalam tuntutan bersama kaum buruh di daerah lainnya.

Kesepuluh tuntutan tersebut di antaranya, hapus sistem kerja kontrak, tolak upah murah, memberlakukan upah layak nasional, setop PHK dan kriminalisasi serikat pekerja.

Kasbi juga menuntut pemenuhan hak buruh perempuan, tangkap dan adili pengusaha nakal, jaminan sosial bukan asuransi sosial, turunkan harga sembako, pendidikan dan kesehatan gratis.

Di sisi lain,  meski para buruh tersebut menggelar aksi, sejumlah toko di kawasan Pasar 16 Ilir Palembang masih beraktivitas.

Malah, sebagian besar para pramuniaga masih harus bekerja meski pada 1 Mei telah ditetapkan pemerintah sebagai libur nasional. “Masih harus masuk kerja, karena 1 Mei jatuh pada hari Minggu, jadi dianggap bukan hari libur. Karena biasanya juga hari Minggu kami pekerja. 1 Mei kali ini tidak di anggap libur, karena dianggap bukan hari kerja normal. Kami masih kerja biasa saja, tidak begitu paham tentang Hari Buruh,” ujar Rahmi, salah satu pramuniaga di toko elektronik di kawasan Pasar 16 Ilir Palembang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s